Risiko Kesehatan Membuat Tato di Tangan

Untuk kalian yang ingin membuat tato di tangan, harus memperhatikan terlebih dahulu dampak dan risikonya terhadap kesehatan. Maka dari itu, disini saya akan menjelaskan bagaimana Risiko Kesehatan Membuat Tato di Tangan yang harus kalian pertimbangkan kembali.

Pembuatan tato di tangan sudah lama dilakukan oleh orang dan suku tertentu, seperti masyarakat Eropa , atau suku Dayak di Indonesia. Saat ini, pembuatan tato di tangan semakin meluas dan bukan lagi terkait budaya, melainkan bagian dari seni dan gaya hidup.

Risiko Kesehatan Membaut Tato di Tangan

Akan tetapi, sebelum kalian memutuskan untuk membuat tato di tangan, baik di tubuh manapun, ada beberapa hal yang harus perlu dipertimbangkan kembali, salah satunya adalah rasa sakit. Pembuatan tato di tangan akan terasa lebih sakit dibandingkan pada arela lain, mengingat kulit tangan lebih tipis dan mempunyai banyak ujung saraf.

Tidak hanya itu, karena tato di tangan sesekali bisa saya dilihat orang lain dan tidak tertutupi pakaian, membuat tato juga bisa menjadi masalah untuk mereka yang mempunyai profesi tertentu, seperti guru atau dokter. Beberapa perusahaan juga mungkin akan berpikir ulang untuk menerima karyawan dengan tato di tubuh.

Risiko Kesehatan Membuat Tato di Tangan

Pada dasarnya, dampak kesehatan dari tato disemua area sama saja. Akan tetapi, karena lokasinya di tangan yang sering terpapar kotoran, air, dan sabun, maka area yang baru di tato akan lebih mudah mengalami masalah.

Berikut dibawah ini ada beberapa Risiko Kesehatan MembuatTato di Tangan yang harus anda waspadai, yaitu :

Infeksi Kulit

Infeksi kulit adalah risiko yang paling utama dan mungkin akan terjadi ketika memiliki tato di tangan. Hal ini bisa terjadi karena penggunaan alat tato atau tinta tato yang tidak steril, atau perawatan yang kurang tepat setelah pembuatan tato.

Ada 2 jenis infeksi kulit yang dapat muncul ketika memiliki tato, yaitu infeksi bakteri Staphylococcus yang dapat menyebabkan selulitis dan infeksi bakteri Mycobacterium yang dapat menyebabkan tuberkolusis kulit.

Reaksi Alergi

Orang yang mempunyai tato juga bisa mengalami rekasi alergi pada kulit, yang biasanya ditandai dengan ruam kemerahan yang gatal. Reaksi alergi ini ada yang hanya berlangsung sesaat, tapi ada juga yang bertahan selama bertahun-tahun.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa reaksi alergi kulit akibat tato, baik di tangan atau pada area tubuh lain, umumnya dipicu oleh tinta tato yang berwarna merah, kuning, hijau, dan biru.

Selain infeksi kulit dan reaksi alergi, pembuatan tato juga bisa berisiko menularkan penyakit seperti tetanus, hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Penularan penyakti ini dapat terjadi jika jarum tato yang digunakan tidak steril.

Perawatan Setelah Membuat Tato

Jika memang sudah mantap untuk membuat tato, perlu memahami cara merawat yang benar ketika tato sudah selesai dibuat. Ini sangat penting dilakukan agar luka tato tidak mengalami infeksi dan hasil tato tetap bagus.

Dibawah ini ada beberapa langkah perawatan setelah membuat tato yang wajib dilakukan, yaitu :

  1. Hindari melepas penutup tato di tangan sampai waktu yang sudah ditentukan oleh seniman tato. Biasanya sekitar 6-7 jam, bahkan ada juga yang seharian
  2. Setelah penutup tato dilepas, bersihkan tato dengan air hangat dan sabun tanpa pewangi atau sabun antiseptik, untuk mencegah infeksi pada kulit
  3. HIndari sering memunci tangan (jika tato di tangan) dan lindungi tato baru dari kotoran atau debu
  4. Oleskan tipis-tipis losion atau krim pelembap ke area yang baru ditato, sebanyak 1-2 kali sehari. Anda juga bisa mengoleskan minyak kelapa yang dipercaya mampu mencerahkan warna tato, melembapkan kulit lebih lama, dan mencegah infeksi kulit.
  5. Selama luka tato belum sembuh, hingadari dari paparan sinar matahari secara berlebihan, karena dapat merusak dna memudarkan tinta tato.

Membuat atao bukan hanya sekedar menentukan gambar apa yang cocok. Pastikan juga bahwa prosedut pembuatannya aman, dilakukan oleh seniman tato yang mempunyai kompetensi atau sertifikan dan ditempat yanbg terjamin kebersihannya.

Perawatan atto harus dilakukan dengan cara yang benar, supaya tidak terjadi infeksi atau iritasi pada kulit. Jika muncul ruam kemerahan, teras gatal, pembengkakan, atau keluar nanah dari luka tato, serta mengalami demam, harus langsung periksa ke dokter.

Diatas itulah Risiko Kesehatan Membuat Tato di Tangan yang harus dan wajib kalian ketahui, sebelum untuk memutuskan membuat tato. Semoga bermanfaat

GROSIR RICALINU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *